الثلاثاء، 12 مارس 2013

Drama VB



DAHSYATNYA PENTAS SANDIWARA GERR

Mata kuliah apresiasi drama adalah salah satu mata kuliah yang paling terkesan dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni, IKIP PGRI Madiun. Kenapa drama dianggap mata kuliah yang paling terkesan?
       Pertama, setelah mata kuliah ini diharapkan mahasiswa mampu menguasai teori sekaligus pengaplikasian teori tersebut yakni melalui kesuksesan pementasan. Kedua, diharapkan dapat menumbuhkan rasa peduli, toleransi, kerjasama, profesionalitas, totalitas antar mahasiswa. Ketiga, dapat menambah pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan mahasiswa ketika terjun di lapangan.
Dalam waktu 4 bulan mahasiswa semester 5 khususnya mahasiswa PBSI 5B yang hanya terdiri dari 32 orang harus mempersiapkan semua meskipun drama merupakan hal yang masih awam. Dana yang dibutuhkan untuk pementasan juga cukup besar. Misalnya, untuk penyutradaraan, konsumsi, produksi, sewa gedung, sewa lighting, sewa backdroup, sewa musik dan level. Uang Rp 15.000.000,00 dikeluarkan untuk pementasan drama. Pimpinan produksinya  Rully Dwi Wahyu Prasetyo, sutradara dan penata lampu Silo Lilo.
Latihan dilakukan pada malam hari mulai pukul 18.30 - 21.30 WIB. . Sepuluh kali pertemuan pertama halnya pemilihan dan bedah naskah Gerr karya Putu Wijaya.  Sepuluh kali pertemuan kedua halnya blocking tanpa naskah.Sepuluh kali pertemuan ketiga halnya penghalusan pemain.
 Pemainnya Lia  Sari sebagai Nenek, Rufik Arifatul Azizah sebagai Ibu Bima, Deni sebagai Sita, Ruli sebagai Bruno, Wachid Bagus Kuncoro sebagai Bima, Wuri dan Bella sebagai Anak, Fredy dan Mahardi sebagai penggali kubur, Sana sebagai Lurah, Emir sebagai Polisi, Reza sebagai Hansip, Jumarni, Dewi, Melisa, Sevi, Dita, dan Joni sebagai pelayat.
Sinopsis naskah Gerr karya Putu Wijaya yakni Bima tiba-tiba mati. Seluruh keluarganya berkabung dan merubung di sekitar peti mati. Duka, suka, berbagai perasaan masing-masing berdesak-desakan ibu, istri, anak saudara, tetangga, teman, tamu, dan petugas keamanan semuanya lengkap hadir. Tak lama lagi bima akan dikubur. Semua orang karena spontanitas, pernyataan yang jujur maupun tegas, serentak menangis  bersama-sama dalam erangan bersama. Mereka mengumpulkan sebuah gelombang yang besar untuk menggulingkan peti mati itu ke dalam liang yang telah menganga. Hanya kedua penggali kubur yang tampak tenang. Mereka menunggu dengan sabar upacara menangis itu yang telah menjadi santapan mereka setiap hari. Dengan dingin dan perasaan yang jauh dari peristiwa itu mereka juga mengisap dan mengepulkan asap rokoknya.
Perang pendapat, ide, dan gagasan antar mahasiswa melihat ketidakadilan selama proses tidak bisa dihindarkan. Namun, tanpa gejolak mungkin takkan ada kesuksesan pada pementasan. Kerjasama, kekompakan, dan keprofesionalitas tetap dijunjung di tengah gejolak yang dialami.
Akhirnya, 4 Februari 2013 pementasan pun terlaksana dengan tepuk tangan pembina, penonton, pelatih, dan undangan yang hadir. Sungguh dahsyat efek yang ditimbulkan dari sebuah pementasan drama.

            Terima kasih kepada bapak Bambang Eko Hari Cahyono selaku Dekan FPBS, bapak Panji Kuncoro selaku Sekprodi, bapak Agus Budi Santoso selaku Kaprodi, dan bapak Dwi Rohman Soleh sebagai pembina. Terima kasih juga  kepada bang Silo yang telah berkenan dengan sabar menyutradarai pentas drama 5B, terima kasih kepada teman-teman yang telah bekerja keras untuk kesuksesan pentas drama kelas 5B.

ليست هناك تعليقات:

إرسال تعليق