الأربعاء، 10 أبريل، 2013

CONTOH RESENSI NOVEL SAMAN

                                                  SAMAN

                     Oleh Jumarni
        (NPM 10311.050/PBSI/VIB) 
                
Judul                     : SAMAN
 Penulis                 : Ayu Utami
ISBN                     : 979 – 9023 – 17 – 3
Penerbit                 : Jakarta, Kepustakaan Populer Gramedia    
                                (KPG)
Cetakan                 : Desember 2003
                                         Tebal                     : ix, 198 halaman

         Saman adalah pemenang Sayembara Roman Dewan Kesenian Jakarta 1998. Ayu Utami adalah pengarang dari novel ini. Ia lahir di Bogor, 21 November 1968, besar di Jakarta dan menamatkan kuliah di Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Ayu Utami mendapat Prince Claus Award pada tahun 2000.
        Novel ini sangat istimewa karena pembicaraan tentang seks, agama, cinta, kultural, politik digambarkan secara gamblang sesuai dengan kondisi masyarakat pada zamannya. Selain itu, mengungkapkan batasan moralitas yang semu. Misalnya, mensunnahkan perselingkuhan, menganggap tugas hanya sebuah tameng di muka umum tanpa memikirkan pertanggungjawaban tugas itu kepada Tuhan YME. Cinta hanya dipandang dari arti yang sangat sempit, yakni cinta kepada lawan jenis.

SINOPSIS NOVEL
        Salah satu taman di Central Park adalah saksi bisu penantian Laila yang sekian lama menunggu Sihar setelah 22 April tahun lalu atau 402 hari. Kerinduannya pada Sihar hingga tercipta beberapa sajak. Kuingin mulut yang haus/ dari lelaki yang kehilangan masa remajanya/ di antara pasir-pasir tempat ia menyisir arus. Sebelumnya Laila dan Sihar berada di sebuah kamar hotel dan esoknya Sihar menghilang entah kemana.
         Laut Cina Selatan adalah tempat awal pertemuan Sihar dengan Laila. Saat itu Laila adalah rekan bisnis dari Rosano dan Sihar merupakan insinyur analis kandungan minyak atau lebih tepatnya adalah pegawai dari Rosano. Sihar begitu menawan sehingga mampu membuat Laila tergila-gila. Hal ini juga tampak ketika Laila membantu membersihkan lukanya. Kecerobohan Rosano mengambil keputusan yang mengakibatkan ketiga temannya tewas. Sihar sangat kecewa sehingga ia memukuli bangku mika di bandara yang kecil dengan tangannya.
        Percakapan keduanya menimbulkan hasrat untuk mengajukan kasus ini ke pengadilan. Awalnya Sihar ragu karena Rosano bukan orang sembarangan. Ia bisa saja membungkam keluarga Hasyim dan polisi dengan uangnya. Namun, Laila berhasil menaklukan argumennya dengan mengusulkan Saman dan Yasmin selaku LSM untuk mendukung keluarga korban jika terjadi tekanan. Sehingga keduanya langsung ke Palembang untuk menemui keduanya. Sampai di sana ia, Sihar, Saman, dan Yasmin sering bertemu untuk membicarakan hal-hal yang menyangkut persidangan. Bulan-bulan berikutnya Saman dan Yasmin berhasil membongkar persoalan ini ke media massa. Dengan berbagai cara mereka lakukan akhirnya mereka mampu memenjarakan Rosano.
        Wisanggeni adalah nama asli Saman. Sebenarnya Wisanggeni lahir di Yogyakarta, tetapi saat usianya 4 tahun, bapaknya dipindah ke Perabumulih (Sumatera Selatan). Belakang rumah Wis menurut orang tuanaya dan warga sekitar adalah tempat angker yang dihuni berbagai hantu dan ular besar sehingga ia dilarang keras untuk menjamahnya.Ia selalu menuruti perintah ayahnya tersebut. Kematian kedua adiknya yang hilang misterius dan yang satunya mati pada hari ketiga membuatnya bertanya-tanya apakah ada kaitannya dengan hutan dibelakang rumah.Tapi, ia hanya bisa menangis dipelukan ayahnya ketika ia merasakan sesuatu.
          Lulus dari Institut Pertanian Bogor ia memutuskan untuk menjadi pastor. Kemudian ia meminta izin Romo Daru untuk ditugaskan di Perabumulih selain karena dia lulusan institut pertanian jadi banyak yang dikerjakan di perkebunan. Ia juga ingin memecahkan misteri hutan di belakang rumahnya.  Permohonannya dikabulkan. Setibanya di sana ia singgah dibekas rumahnya dulu. Ia menyampaikan maksud tujuannya kepada pemilik rumah baru itu. Kesantunannya membuat pemilik rumah bersedia membantunya jika ia memerlukan bantuannya. Namun, setelah kembali ke pastoran untuk istirahat ia merasa ada yang memanggilnya dari belakang. Ia berdoa dan berusaha mendekati suara itu.Seoragn gadis belasan tahunlah yang ia lihat. Dengan kejadian itu membawa Wis masuk ke dalam suatu perkampungan di tengah perkebunan kelapa sawit yang membuatnya merasa iba dan prihatin. Wis  merasa raga dan pikirannya sangat dibutuhkan untuk membantu mereka. Ia lebih sering berada di sana daripada di pastoran  
         Teguran dari pater lain karena ia sering meninggalkan pastoran tak membuat semangat Wis untuk menyelamatkan Upi dan warga desa dari permasalahan menurun. Ia justru mengirim surat kepada ayahnya untuk meminta modal agar ia bisa membangun fasilitas yang meringankan warga Lubukrantau misalnya membuatkan jaringan listrik dan alat pengolahan getah lateks. Namun, hambatan Wis tidak hanya masalah modal tetapi yang lebih kronis lagi yakni ancaman dari pihak pabrik kelapa sawit yang ingin menguasai tanah warga dengan mencari keuntungan pribadi dan mengabaikan kesejahteraan warga. Berbagai bentuk teror dilakukan pihak pabrik untuk mengikis ketegaran warga desa termasuk Wis. Misalnya, pemerkosaan, pembakaran rumah-rumah warga dan lain-lain. Disaat Wis mulai ragu dengan tindakannya, Anson justru semakin semangat untuk membakar pabrik dan pos-pos polisi pabrik kelapa sawit setelah istrinya diperkosa salah satu satpam pabrik. Saat Anson pergi meninggalkan rumah asap beserta warga lain. Wis tiba-tiba didatangi 5 lelaki berperawakan polisi. Wis diborgol dan dimasukkan ke dalam mobil setelah itu disekap dan dianiaya selayaknya teroris. Empat belas sudah ia disiksa rasanya ia ingin mati saja tapi tiba-tiba tercium gas karbondioksida. Anson datang menyelamatkannya dan ia juga tidak tahu kalau Wis berada dalam ruangan di pabrik kelapa sawit itu. Setelah kejadian itu status mereka kini buron. Wis akhirnya mengganti namanya menjadi Saman. Saman dibantu sahabat-sahabatnya yakni Tala, Cok, Laila,  dan Yasmin pergi dari Indonesia. Romantisme cinta Yasmin dan Saman begitu indah ketika saat-saat kepergiannya kepengasingan padahal Yasmin sudah bersuami dan Saman adalah seorang pastor.
                                                                           ****
         Dengan membaca sekaligus memahami novel Saman secara utuh yang mana novel ini mengarah pada free seks. Cinta  atau melakukan hubungan seks kepada seseorang yang haram untuk dicintai (sudah beristri atau bersuami). Melakukan hubungan seks sebelum menikah. Seorang pastor yang suci melakukan hubungan seks dengan wanita yang sudah bersuami. Selain itu, novel ini sangat diperuntukkan bagi pembaca yang dewasa. Baik dari dimensi politik, antropologi sosial, terutama agama dan lain-lain.



الثلاثاء، 12 مارس، 2013

Studi Kasus Ilmu Sosial Budaya Dasar


Pasca-Bentrok, Sentani Masih Mencekam

JAYAPURA - Dua hari pascabentrokan berdarah antar suku Yahim Sentani dan suku Pegunungan Papua, situasi kampung Yahim Sentani hingga siang ini masih mencekam.

Pantauan okezone di lapangan, Senin (24/8/2009), sejumlah warga masih berjaga-jaga disekitar tempat bentrokan. Polisi juga nampak masih bersiaga di jalan-jalan sekitar kampung Yahim, Sentan.

Warga yang berjaga-jaga di depan rumah nampak membawa
 peralatan perang tradisional seperti panah, tombak, dan parang. Sementara itu, warga pendatang lainnya yang sejak Minggu malam kemarin mengungsi keluar dari kampung Yahim, hingga kini belum berani kembali karena khawatir akan ada serangan susulan oleh massa dari suku Pegunungan.

Rencananya, hari ini kedua Kepala Suku akan bertemu untuk membicarakan jalan keluar dari konflik. Warga kampung Yahim mengaku masih menunggu salah satu korban luka luka tikam yang saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Dok Dua Jayapura.

PEMBAHASAN

Kasus di atas mengenai bentrok antar suku Yahim Sentani dan suku Pegunungan Papua yang masih mencekam, meskipun peristiwa tersebut telah berakhir. Terlihat masih tampak sejumlah warga yang berjaga-jaga dengan membawa peralatan perang tradisional dan polisi yang  juga masih bersiaga di jalan-jalan sekitar kampung Yamin, Sentani. Sementara itu, warga pendatang lain masih mengungsi karena khawatir akan ada serangan susulan oleh massa dari suku Pegunungan. Meskipun, rencananya kedua kepala suku akan bertemu untuk membicarakan jalan keluar dari konflik tersebut.
Berbagai  upaya yang dapat dilakukan agar peristiwa di atas tidak terjadi lagi, antara lain: (1) membangun kehidupan multikultural yang sehat dengan meningkatkan toleransi dan apresiasi antarbudaya. Misalnya, peningkatan pengetahuan masyarakat tentang kebhinekaan budaya, memupuk dan mengembangkan kegiatan, keberanian melakukan perantauan budaya, pemahaman lintas budaya, pembelajaran lintas budaya; (2) peningkatan peran media sebagai mediator antar budaya dengan menampilkan berbagai informasi yang apresiatif terhadap budaya masyarakat lain; (3) strategi pendidikan yang berbasis budaya, yakni menggunakan model dan strategi pembelajaran yang menyeimbangkan proses homonisasi dengan humanisasi. Homonisasi melihat manusia sebagai makhluk hidup dalam konteks lingkungan ekologi, yang memerlukan terasahnya kemampuan intelektual untuk menghadapi tantangan global. Pendidikan sebagai proses humanisasi menekankan manusia sebagai makhluk sosial yang mempunyai otonomi moral, sensitivitas dan kedaulatan budaya.
Pengaruh yang ditimbulkan dari beberapa upaya di atas adalah: (1) pengaruh positif membangun kehidupan multikultural yang sehat dengan meningkatkan toleransi dan apresiasi antarbudaya, yakni: mampu menegakkan prinsip kesetaraan/kesederajatan antarmasyarakat, mampu mengelola konflik, yang mungkin timbul dari situasi keragaman agar tidak mengarah pada kekerasan, sehingga pada akhirnya dapat terwujud cita-cita bersama yang dilandaskan pada nilai-nilai kemanusiaan, menghilangkan penyakit-penyakit budaya yakni etnosentrisme stereotip, prasangka, rasisme, diskriminasi, scape goating; (2) pengaruh positif media massa, yakni: kontribusi dalam menyebarluaskan dan memperkuat kesepahaman antarwarga, pemahaman terhadap adanya kemajemukan sehingga melahirkan penghargaan terhadap budaya lain, sebagai ajang publik dalam mengaktualisasikan aspirasi yang seragam, sebagai alat kontrol publik masyarakat dalam mengendalikan seseorang, kelompok, golongan, atau lembaga dari perbuatan sewenang-wenang, meningkatkan kesadaran terhadap persoalan sosial, politik, dan persoalan lain di lingkungannya; pengaruh negatif media massa yakni: terpinggirkannya kesenian asli Indonesia karena masyarakat banyak disuguhi tawaran hiburan dan informasi yang lebih beragam dan lebih menarik dibandingkan dengan kesenian tradisional daerahnya, pengikisan nilai-nilai budaya nasional yang positif; (3) pengaruh positif strategi pendidikan berbasis budaya, yakni: mampu membangun sikap saling mengenal, memahami, menghayati dan bisa saling berkomunikasi antarwarga daerah, dapat menghargai kemajemukan, dapat mengembangkan sikap keterbukaan, kedewasaan sikap, pemikiran global yang bersifat inklusif, dan memupuk kesadaran kebersamaan dalam mengarungi sejarah, serta dapat siap menghadapi arus perubahan.

Sumber:
Nur Rahmatika Adriyati dalam http://news.okezone.com/read/2009/08/24/1/250767/pasca-bentrok-sentani-masih-mencekam diakses tanggal 17 April 2012 pukul 09:45 WIB.

Dwi Tologi Cerpen


Torehan Cinta Sang Bunda



      NYAI RAKIYEM, nenek tua yang suka  nyusur (menjejali mulutnya dengan sirih, gambir, dan tembakau) selalu memakai baju kemben dan rok jarik (kain batik), rambut di gelung (diikat tapi tidak memakai jepit), serta tidak pernah memakai alas kaki. Ia selalu tinggal sendiri di gubug yang tampak kumuh dan reyot. Di dalam rumah hanya ada beberapa peralatan yakni: sebuah tungku yang terbuat dari tanah, kayu bakar  yang ia cari di hutan, satu piring, satu sendok yang tampak lusuh, dan beberapa peralatan dapur lain tertata di atas meja tempat ia biasa makan.
      Setiap hari ia hanya ke ladang untuk menanam kedelai, jagung, atau singkong. Walau ambane tegalan (luas ladang) hanya seklasa (seluas tikar), tapi yang penting bisa membuat ia tidak sampai kelaparan. Sekitar jam sembilan ia baru pulang ke rumah, setelah itu ia mandi dan memasak nasi. Ia harus berjalan 1 km menuju sendang (sumber air) untuk mandi dan memasak. Ia jarang sekali makan sayur dan lauk-pauk. Akan tetapi ia juga tidak menolak apabila tetangga memberi sayur dan lauk dalam keadaan mentah atau matang. Atau ketika ada uang lebih, pemberian tetangganya ia baru bisa membeli lauk sendiri. Tiap harinya ia hanya makan dengan sambal. Setelah makan siang ia berangkat ke hutan untuk mencari kayu bakar. Ia berjalan dengan memakai sebuah tongkat untuk menyeimbangkan tubuhnya. Lututnya selalu sakit jika ia tidak membawa tongkat ketika berjalan.
       Kedua anaknya Joko dan Rani tidak bersamanya lagi. Sejak kecil mereka diasuh oleh tetangganya, karena Nyi Rakiyem saat itu sudah dalam keadaan sendiri sehingga ia tak mampu lagi untuk mengurusi kedua anaknya. Suaminya minggat setelah ia melahirkan anak keduanya. Kebetulan tetangganya ini juga tidak dikaruniai anak, sehingga ia mau mengangkatnya sebagai anak. Pak Sukri dan ibu Deden namanya, meskipun keduanya hidup serba kekurangan tapi ia sangat sayang dan perhatian kepada keduanya, segala keinginan mereka selalu dituruti. Mereka juga patuh kepadanya. Pak Sukri bekerja sebagai tukang kayu dan ibu Deden bekerja sebagai buruh memasak di rumah tetangganya tapi ia juga bisa menyekolahkan keduanya sampai Perguruan Tinggi. Kadang sebelum berangkat sekolah, mereka selalu berpamitan juga dengan Nyai Rakiyem.
        Setelah selesai kuliah Joko menyampaikan keinginannya untuk menikah. Setahun kemudian Rani juga menerima pinangan dari  anak seorang pengusaha bakso. Setelah menikah Joko dan Rani tidak pernah lagi datang ke kampung halamannya tempat orang tua kandung dan angkatnya berada. Nyi Rakiyem belakangan ini sering sakit-sakitan. Tak ada bayangan lain selain kedua anaknya.

                                         ***

       BERITA di televisi hari ini sangat meruntuhkan hati Joko, ibu yang melahirkannya meninggal karena kelaparan dan sudah 2 hari mati di rumahnya sendiri. Tetangga tahu setelah mencium bau bangkai dari rumah Nyi Rakiem dan sudah 2 hari lampu di depan rumahnya tidak dimatikan. Joko langsung syok dan hampir ia tak kuat untuk berdiri, syaraf-syarafnya seakan lumpuh total. Ia ingin meraih gagang telepon disampingnya, tapi tak mampu semua tampak hitam dan hilang.
    “Yah,,,bangun!” tiba-tiba Cika datang untuk membangunkan ayahnya tapi tak kunjung bangun. Akhirnya ia menangis memanggil mamanya.
      Setelah diberi minyak kayu putih oleh Emi istrinya, Joko bisa bangun lagi dan ia langsung meminta tolong istrinya untuk menelpon Rani. Ia ingin segera memberitahukan kondisi ibu kandungnya dan mengajaknya untuk segera pulang kampung agar bisa mengantarkan ibunya ke tempat peristirahatan yang terakhir.
      “Assalammualaikum”
      “Wassalammualaikum”
      “Hallo Ran,, ini masmu ayo kita jenguk Ibu ya”
      “Mang da pa dengan ibuk mas? Kok mendadak kesana?”
     “Ibu sakit ja ogg “ ucap Joko. Ia tidak ingin adiknya kaget dengan kabar kematian ibunya, sehingga ia berbohong.
      “Inalillahi, ya kita sekarang kesana mas”
      “Ya dek”
     Dengan mengendarai sebuah mobil sedannya Joko dan Rani berserta keluarganya masing-masing berangkat menuju kampung halaman.  Setelah 3 jam akhirnya mereka sampai di rumah. Akan tetapi, tetap saja ia tidak dapat ikut memakamkan jenazah ibunya, warga memutuskan untuk memakamkannya tanpa menunggu kedatangan kedua anaknya karena kondisi ibunya sudah tidak mungkin untuk  ditunda.
      Rani tampak bingung melihat banyak orang di rumah ibunya dan terlihat ada kursi dan terop di depan rumahnya, tong air serta pecahan kendi (tempat air minum yang terbuat dari tanah liat).
    “Da pa mas sebenarnya?”
    “Aku minta maaf karena aku tadi sempat berbohong, sebenarnya ibu kandung kita sudah meninggal.”
  Rani langsung menangis sejadi-jadinya dan langsung banyak warga kampung merangkulnya untuk dibawa ke dalam rumah, tapi ia menolaknya ia ingin segera pergi ke tempat pemakaman ibunya.
      Saat itu juga mereka langsung menuju tempat pemakaman untuk mendoakan dan meminta maaf karena tidak bisa menjadi anak yang berbakti kepada orang tua dan dihari kematiannya pun mereka tidak ada. Banyak tetangga yang berdatangan mengucapkan belasungkawa kepadanya, sore harinya setelah acara kirim doa yang dilakukan para santri di kampung itu berakhir.
      Setelah genap 7 hari, mereka sepakat untuk pulang lagi dan setelah berbicara dengan orang tua angkatnya mereka memutuskan untuk membangun sebuah mushola di rumah ibunya tersebut agar dapat menjadi amal jariyah untuk ibunya. Semua biaya pembangunannya akan di tanggung oleh Joko.




Sesalku



      PAGI ini dunia tersenyum langit pun cerah,,,,sang mentari tak malu-malu lagi menampakkan sinarnya. Menyinari jagad raya ini karena tanpanya pasti tak ada kehidupan. Burung-burung beterbangan seolah tanpa beban mencari makan dengan santainya. Para petani sudah asyik bekerja membanting tulang, memeras keringat untuk memperoleh sesuap nasi walaupun sering dipermainkan oleh para elit politik.
      Akan tetapi, tak begitu dengan Regiya gadis yang dulu sangat periang kini ia tampak muram dan hanya bisa berbaring di kamarnya yang terlihat acak-acakan, beralaskan tikar, dan ia hanya berselimutkan sebuah jarik, kain tipis yang bercorak batik. Ia memang tampak putus asa dan selalu marah-marah jika teringat kaki kirinya telah diamputasi.
       “Sing sabar nduk,,,ini adalah ujianmu, sampean harus sabar, nrima lan berdoa. Ojo nesu-nesu ae, istighfar nduk,” kata sang ibu dengan raut wajah yang sedih karena anaknya selalu marah-marah ketika ingat kakinya telah diamputasi.
      “Aku salah apa mbok, kok Gusti Allah, midana aku kayak ngene?
      “Sing sabar nduk, jupuk hikmahe ae.”
     Sesekali ia terlihat menyesali perbuatannya karena kejadian ini tidak akan terjadi jika ia mematuhi perintah orang tuanya. Ia selalu membangkang semua perkataan orang tuanya. Sering tidak masuk sekolah, dan kegiatan-kegiatan penyimpangan lain yang dilakukan oleh remaja.

                                                                                 ***

     “RE, tadi ibu mendapat surat panggilan dari sekolahmu yang diantarkan Ela, katanya besok pagi ibu harus ke sekolahmu.”
       “Gak usah datang, mbok! Paling yo suruh mbayar tok!”
     Padahal surat panggilan tersebut untuk memberitahukan bahwa Regiya sudah tidak masuk selama 20 hari tanpa alasan meskipun tidak berturut-turut. Namun, sampai surat yang kesekian kalinya ibu Regiya tetap tidak datang ke sekolah untuk memenuhi permintaan  sekolah.  Regiya setiap pagi juga berangkat ke sekolah dan pulang malam katane ada rapat organisasi.
“Nduk masak tiap hari pulang malam terus ta?”
“Ya mbok, ada rapat organisasi, bulan depan mau ada acara di sekolah.”
“Ya, gak pa pa kalau memang urusan sekolah.”
    Alasan demi alasan ia ucapkan setiap hari untuk menutupi kebohongannya. Namun, nggak lama setelah itu, ketika ibu Regiya masih menanak arem-arem tepatnya pukul 11.45.
“Tok..tok..tok.”
Ibu kaget dan penasaran kenapa jam segini masih ada yang mau bertamu. Setelah suaminya meninggal dunia ia tak pernah lagi kedatangan tamu malam-malam. Apalagi anaknya Regiya sudah pamit tadi sore untuk menginap di rumah temannya dan temanya sudah telepon kalau Regiya sudah sampai di rumahnya.
“Selamat malam, bu. Apa benar ini rumah saudara Regiya?”
“Ya, Pak. Ada keperluan apa ya Pak?”
“Maaf, bu. Anak ibu yang bernama Regiya Ernawati kecelakaan karena July orang yang memboncengnya mabuk berat dan menabrak pembatas jalan. Anak ibu masih di rawat di RSU Soetomo.”
    Setelah polisi pergi dengan perasaan nggak karu-karuan Ibu mencoba menerima dengan ikhlas, cobaan yang diterima dari Tuhan kepadanya. Ia langsung mengambil uang dan tasnya. Kemudian meminta tolong Jeki, tetangganya untuk mengantarkan ke RSU tempat Regiya dirawat.
     Sampai di RSU dokter menyuruhnya untuk menandatangi surat izin bahwa salah satu kaki Regiya harus diamputasi karena kerusakannya sangat parah. Tanpa pikir panjang ia langsung menandatangani surat tersebut. Kata dokter soal biaya akan ditanggung pemerintah jika ibu mau mengurusi surat-surat yang diperlukan.

Drama VB



DAHSYATNYA PENTAS SANDIWARA GERR

Mata kuliah apresiasi drama adalah salah satu mata kuliah yang paling terkesan dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni, IKIP PGRI Madiun. Kenapa drama dianggap mata kuliah yang paling terkesan?
       Pertama, setelah mata kuliah ini diharapkan mahasiswa mampu menguasai teori sekaligus pengaplikasian teori tersebut yakni melalui kesuksesan pementasan. Kedua, diharapkan dapat menumbuhkan rasa peduli, toleransi, kerjasama, profesionalitas, totalitas antar mahasiswa. Ketiga, dapat menambah pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan mahasiswa ketika terjun di lapangan.
Dalam waktu 4 bulan mahasiswa semester 5 khususnya mahasiswa PBSI 5B yang hanya terdiri dari 32 orang harus mempersiapkan semua meskipun drama merupakan hal yang masih awam. Dana yang dibutuhkan untuk pementasan juga cukup besar. Misalnya, untuk penyutradaraan, konsumsi, produksi, sewa gedung, sewa lighting, sewa backdroup, sewa musik dan level. Uang Rp 15.000.000,00 dikeluarkan untuk pementasan drama. Pimpinan produksinya  Rully Dwi Wahyu Prasetyo, sutradara dan penata lampu Silo Lilo.
Latihan dilakukan pada malam hari mulai pukul 18.30 - 21.30 WIB. . Sepuluh kali pertemuan pertama halnya pemilihan dan bedah naskah Gerr karya Putu Wijaya.  Sepuluh kali pertemuan kedua halnya blocking tanpa naskah.Sepuluh kali pertemuan ketiga halnya penghalusan pemain.
 Pemainnya Lia  Sari sebagai Nenek, Rufik Arifatul Azizah sebagai Ibu Bima, Deni sebagai Sita, Ruli sebagai Bruno, Wachid Bagus Kuncoro sebagai Bima, Wuri dan Bella sebagai Anak, Fredy dan Mahardi sebagai penggali kubur, Sana sebagai Lurah, Emir sebagai Polisi, Reza sebagai Hansip, Jumarni, Dewi, Melisa, Sevi, Dita, dan Joni sebagai pelayat.
Sinopsis naskah Gerr karya Putu Wijaya yakni Bima tiba-tiba mati. Seluruh keluarganya berkabung dan merubung di sekitar peti mati. Duka, suka, berbagai perasaan masing-masing berdesak-desakan ibu, istri, anak saudara, tetangga, teman, tamu, dan petugas keamanan semuanya lengkap hadir. Tak lama lagi bima akan dikubur. Semua orang karena spontanitas, pernyataan yang jujur maupun tegas, serentak menangis  bersama-sama dalam erangan bersama. Mereka mengumpulkan sebuah gelombang yang besar untuk menggulingkan peti mati itu ke dalam liang yang telah menganga. Hanya kedua penggali kubur yang tampak tenang. Mereka menunggu dengan sabar upacara menangis itu yang telah menjadi santapan mereka setiap hari. Dengan dingin dan perasaan yang jauh dari peristiwa itu mereka juga mengisap dan mengepulkan asap rokoknya.
Perang pendapat, ide, dan gagasan antar mahasiswa melihat ketidakadilan selama proses tidak bisa dihindarkan. Namun, tanpa gejolak mungkin takkan ada kesuksesan pada pementasan. Kerjasama, kekompakan, dan keprofesionalitas tetap dijunjung di tengah gejolak yang dialami.
Akhirnya, 4 Februari 2013 pementasan pun terlaksana dengan tepuk tangan pembina, penonton, pelatih, dan undangan yang hadir. Sungguh dahsyat efek yang ditimbulkan dari sebuah pementasan drama.

            Terima kasih kepada bapak Bambang Eko Hari Cahyono selaku Dekan FPBS, bapak Panji Kuncoro selaku Sekprodi, bapak Agus Budi Santoso selaku Kaprodi, dan bapak Dwi Rohman Soleh sebagai pembina. Terima kasih juga  kepada bang Silo yang telah berkenan dengan sabar menyutradarai pentas drama 5B, terima kasih kepada teman-teman yang telah bekerja keras untuk kesuksesan pentas drama kelas 5B.

الجمعة، 8 فبراير، 2013

MAKALAH FUNGSI MANAJEMEN: ACTUATING (PENGGERAKAN)

  MAKALAH FUNGSI MANAJEMEN: ACTUATING (PENGGERAKAN) 
Dosen Pengampu: Dr. V. Teguh Suharto Mata Kuliah: Manajemen Pendidikan
Oleh:
Mahardi Cahya P. 10311049
Jumarni 10311050
Ahyan Aziz 10311081
Kurnia Dermawaning Tyas 10311083
PROGRAM STUDI BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI
IKIP PGRI MADIUN
2013

KATA PENGANTAR
Segala puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas kasih karunia-Nya makalah fungsi manajemen: actuating (penggerakan) yang dibimbing oleh Dr. V. Teguh Suharto ini dapat diselesaikan sebagai salah satu tugas mata kuliah Manajemen Pendidikan. 
Makalah ini berisi tentang pengertian actuating (penggerakan), fungsi dan peranan actuating, pengaplikasian actuating dalam pendidikan, serta pentingnya actuating dalam organisasi. 
Kami menyadari bahwa Tuhanlah sumber segala ilmu pengetahuan sehingga kami merasa memiliki kekurangan dalam penulisan makalah ini, untuk itu kami membutuhkan saran dan kritik agar makalah ini menjadi lebih baik. Semoga makalah ini bermanfaat bagi para pembaca. 
Madiun,7 Januari 2013 
Penyusun
BAB I 
PENDAHULUAN 
A.Latar Belakang Masalah
Salah satu persoalan pendidikan yang sedang dihadapi bangsa kita adalah persoalan mutu pendidikan pada setiap jenjang dan satuan pendidikan. Dari berbagai pengamat dan analisis, ada berbagai faktor yang menyebabkan mutu pendidikan kita mengalami peningkatan secara merata. 1) Pertama, kebijakan dan penyelenggaraan pendidikan nasional menggunakan pendekatan educational production function atau input-output analisis yang tidak dilaksanakan secara konsekuen. Kedua, penyelenggaraan pendidikan nasional dilakukan secara birokratissentralistik, sehingga meningkat sekolah sebagai penyelenggaraan pendidikan yang tergantung pada keputusan birokrasi-birokrasi. Ketiga, minimnya peranan masyarakat khususnya orang tua sisiwa dalam penyelenggaraan pendidikan, pratisipasi orang tua selama ini dengan sebatas pendukung dana, tapi tidak dilibatkan dalam proses pendidikan seperti mengambil keputusan, monitoring, evaluasi dan akuntabilitas, sehingga sekolah tidak memiliki beban dan tanggung jawab hasil pelaksanaan pendidikan kepada masyarakat/orang tua sebagai stake holder yang berkepentingan dengan pendidikan. Keempat, krisis kepemimpinan, dimana kepala sekolah yang cenderung tidak demokratis, sistem top down policy baik dari kepala sekolah terhadap guru atau birokrasi diatas kepala sekolah terhadap sekolah. 
2) Munculnya paradigma guru tentang manajemen berbasis sekolah yang bertumpu pada penciptaan iklim yang demokratisasi dan pemberian kepercayaan yang lebih luas kepada sekolah untuk menyelenggarakan pendidikan secara efisien dan berkualitas. 3) Kepemimpinan adalah cara seseorang pemimpin mempengaruhi perilakubawahan agar mau bekerja sama dan bekerja secara produktif untuk mencapai tujuanorganisasi. Gaya kepemimpinan yang kurang melibatkan bawahan dalam mengambil kepurusan maka akan mengakibatkan adanya disharmonisasi hubungan anatara pemimpin dan yang dipimpin. Salah satu solusinya adalah dengan dikeluarkannya UU no.32 tahun 2004 yaitu undang-undang otonomi daerah yang kemudian diatur oleh PP no. 33 tahun 2004 yaitu adanya penggeseran kewenangan dan pemerintah pusat ke pemda dalam berbagai bidang termasuk bidang pendidikan kecuali agama, politik luar negeri, pertahanan dan keamanan, peradilan, moneter dan fiskal. Pemberian otonomi tersebut dimaksudkan agar lembaga sekolah memiliki kebebasan dan kemandirian mengelola lembaganya agar mampu berkembang sesuai dengan potensi dan kekhususan-kekhususan yang dimiliki daerah serta memiliki relevansi yang tinggi dan kemanfaatan optimal bagi pembangunan di daerah. Pemberian otonomi demikian dengan segala implikasinya dianggap merupakan langkah maju yang bertujuan untuk menciptakan efektifitas penyelenggaraan pendidikan di daerah dengan bersumber kepada pemanfaatan potensi, kekhasan, dan kreativitas dari para penyelenggara pendidikan di daerah. Implementsi otonomi sekolah ini juga salah satunya tercermin dengan diberlakukannya UU No. 20/2005 yang memberikan kebebasan kepada sekolah untuk menyusun kurikulumnya sendiri yang dikenal dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sebagai ganti dari Kurikulum 2004. Dengan adanya amanat otonomi dari undang- undang tersebut perangkat manajemen di sekolah bukan lagi sekedar sebagai pelaksana dari birokrasi pusat sebagaimana era sebelumnya, melainkan berposisi sebagai agen yang mandiri yang bertanggung jawab atas pengelolaan sekolah sesuai dengan tugas dan fungsi manajemen (planning, organizing, actuating, controlling) dengan memperhatikan potensi dan kekhasan yang dimiliki. Namun, pada pembahasan kali ini peneliti hanya membahas mengenai actuating (penggerakan).
B.Rumusan Masalah
1.Apakah pengertian dari actuating (penggerakan)? 
2. Sebutkan fungsi dan peranan actuating (penggerakan)? 
3.Bagaimanakah pengaplikasian actuating (penggerakan) dalam pendidikan? 
4.Apakah pentingnya actuating (penggerakan) dalam organisasi? 
C.Tujuan Penelitian
1.Mengetahui pengertian dari actuating (penggerakan). 
2.Mengetahui fungsi dan peranan actuating (penggerakan). 
3.Mengetahui pengaplikasian actuating (penggerakan) dalam pendidikan. 
4.Mengetahui pentingnya actuating (penggerakan) dalam organisasi. 
D.Manfaat Penelitian
1.Menambah wawasan dan pengetahuan mengenai actuating (penggerakan). 
2.Lebih meningkatkan jiwa manajemen pada diri mahasiswa melalui actuating (penggerakan).
BAB II 
PEMBAHASAN
A. Pengertian Actuating (Penggerakan)
Fungsi-fungsi manajemen menurut George R. Terry (Disingkat POAC) dalam Mulyono (2008:23), yaitu “planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), actuating (penggerakan),controlling (pengendalian)”. Dalam hal ini, George R. Terry (1986) mengemukakan bahwa, “Actuating merupakan usaha menggerakkan anggota-anggota kelompok sedemikian rupa hingga mereka berkeinginan dan berusaha untuk mencapai sasaran perusahaan dan sasaran anggota-anggota perusahaan tersebut oleh karena para anggota itu juga ingin mencapai sasaran-sasaran tersebut.” Jadi actuating adalah usaha menggerakkan seluruh orang yang terkait, untuk secara bersama-sama melaksanakan program kegiatan sesuai dengan bidang masing-masing dengan cara yang terbaik dan benar. Actuating merupakan fungsi yang paling fundamental dalam manajemen, karena merupakan pengupayaan berbagai jenis tindakan itu sendiri, agar semua anggota kelompok mulai dari tingkat teratas sampai terbawah, berusaha mencapai sasaran organisasi sesuai rencana yang telah ditetapkan semula, dengan cara terbaik dan benar. Memang diakui bahwa usaha-usaha perencanaan dan pengorganisasian bersifat vital, tetapi tidak akan ada output konkrit yang akan dihasilkan sampai kita mengimplementasi aktivitas-aktivitas yang diusahakan dan yang diorganisasi. Untuk maksud itu maka diperlukan tindakan penggerakan (actuating) atau usaha untuk menimbulkan action. Hal yang penting untuk diperhatikan dalam penggerakan (actuating) ini adalah bahwa seorang karyawan akan termotivasi untuk mengerjakan sesuatu jika : (1) merasa yakin akan mampu mengerjakan, (2) yakin bahwa pekerjaan tersebut memberikan manfaat bagi dirinya, (3) tidak sedang dibebani oleh problem pribadi atau tugas lain yang lebih penting, atau mendesak, (4) tugas tersebut merupakan kepercayaan bagi yang bersangkutan dan (5) hubungan antar teman dalam organisasi tersebut harmonis. 
B.Fungsi dan Peranan Actuating (Penggerakan)
Pertama, adalah melakukan pengarahan (commanding), bimbingan (directing) dan komunikasi (communication) (Nawawi, 2000:95). Dijelaskan pula bahwa pengarahan dan bimbingan adalah kegiatan menciptakan, memelihara, menjaga/mempertahankan dan memajukan organisasi melalui setiap personil, baik secara struktural maupun fungsional, agar langkah operasionalnya tidak keluar dari usaha mencapai tujuan organisasi (Nawawi, 2000 : 95). Kedua, penggerakan (actuating) tidak lain merupakan upaya untuk menjadikan perencanaan menjadi kenyataan, dengan melalui berbagai pengarahan dan pemotivasian agar setiap karyawan dapat melaksanakan kegiatan secara optimal sesuai dengan peran, tugas dan tanggung jawabnya. 
C.Pengaplikasian Actuating dalam Pendidikan
Adalah pengarahan dan pemotivasian seluruh personil pada setiap kegiatan pendidikan di sekolah untuk selalu dapat meningkatkan kualitas kinerjanya. Kegiatan pendidikan tersebut yakni sebagai berikut: 1. Manajemen kurikulum, 2. Manajemen ketenagaan pendidikan (kepegawaian), 3. Manajemen peserta didik, 4. Manajemen sarana dan prasarana, 5. Manajemen keuangan/pembiayaan pendidikan, 6. Manajemen administrasi perkantoran, 7. Manajemen unit-unit penunjang pendidikan, 8. Manajemen layanan khusus pendidikan, 9. Manajemen tata lingkungan dan keamanan, 10. Manajemen hubungan dengan masyarakat, (Mulyono, 2008:168-170). 
D. Pentingnya Actuating dalam Organisasi
Fungsi actuating lebih menekankan pada kegiatan yang berhubungan langsung dengan orang-orang dalam organisasi. Perencanaan dan pengorganisasian yang baik kurang berarti bila tidak diikuti dengan penggerakan seluruh potensi sumber daya manusia dan nonmanusia pada pelaksanaan tugas. Semua sumber daya manusia yang ada harus dioptimalkan untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi. Setiap SDM harus bekerja sesuai dengan tugas, fungsi dan peran, keahlian dan kompetensi masing-masing SDM untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi yang telah ditetapkan.
BAB III
 PENUTUP 
         A. Simpulan
Actuating adalah usaha menggerakkan seluruh orang yang terkait, untuk secara bersama-sama melaksanakan program kegiatan sesuai dengan bidang masing-masing dengan cara yang terbaik dan benar. Fungsi dan peranan actuating yakni pertama, melakukan pengarahan (commanding), bimbingan (directing) dan komunikasi (communication); kedua, upaya untuk menjadikan perencanaan menjadi kenyataan, dengan melalui berbagai pengarahan dan pemotivasian. Pengaplikasian actuating dalam pendidikan adalah pengarahan dan pemotivasian seluruh personil pada setiap kegiatan pendidikan di sekolah untuk selalu dapat meningkatkan kualitas kinerjanya. Fungsi actuating lebih menekankan pada kegiatan yang berhubungan langsung dengan orang-orang dalam organisasi. Perencanaan dan pengorganisasian yang baik kurang berarti bila tidak diikuti dengan penggerakan seluruh potensi sumber daya manusia dan nonmanusia pada pelaksanaan tugas. 
B. Saran
1. Semua guru sebagai anggota organisasi di sekolah sebaiknya mampu memaksimalkan tugasnya dalam berpartisipasi mewujudkan manajemen sekolah yang sesuai dengan cita-cita organisasi sekolah seutuhnya. 
2. Siswa sebaiknya lebih konsisten dan bertanggung jawab dalam tugas/kewajibannya sebagai pelajar agar dapat membantu mewujudkan tujuan organisasi sekolah. 
3. Pemerintah sebaiknya berpartisipasi untuk mewujudkan tujuan manajemen pendidikan seutuhnya baik itu berupa materil maupun nonmateril. 
DAFTAR PUSTAKA
Mulyono. 2008. Manajemen Administrasi dan Organisasi Pendidikan. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media. 
Actuating dalam wanvisioner.blogspot.com/2009/05/poac-planning-organizing-actuating-and.html diakses tanggal 20 Desember 2012 pukul 07.32 WIB.  
Actuating dalam www.sarjanaku.com/2010/06/resume-manajemen-pendidikan.html diakses tanggal 20 Desember 2012 pukul 07.45 WIB. 
Akhmad Sudrajat. 2008. Actuating dalam www.fileskripsi.com/2012/10/makalah-manajemen-pendidikan-sekolah.html diakses tanggal 20 Desember 2012 pukul 07.17 WIB. 
Arif Rahman Tanjung. 2006. Actuating dalam httpidb4.wikispaces.comfileviewdv4004.pdf diakses tanggal 20 Desember 2012 pukul 07.43 WIB. 
R.M.Lolowang. 2012. Actuating dalam httppublikasiilmiah.ums.ac.idbitstreamhandle1234567896872.%20LOLOWANG%20new.pdfsequence=1 diakses tanggal 20 Desember 2012 pukul 07.43 WIB.

ARTIKEL PEMANFAATAN BERITA DI KORAN KREASI ORIGAMI SEBAGAI MEDIA MENULIS PUISI BARU KELAS X

Pemanfaatan Berita di Koran dalam Kotak Kreasi Origami sebagai Media Menulis Puisi Baru Kelas X
(Oleh: Jumarni/PBSI/VB/10311050)
Abstrak
Learning a new poem in class today still limited to any theory or memorization. Media to be used researchers to enable students in learning to write a new poem by using origami creations boxes containing news from the newspaper. Learning to write a new poem with the news media in the paper in the box origami creations through several stages, which is as follows: 1) the formulation of learning objectives, 2) determination of teaching materials, and 3) the determination of the method of learning, 4) the selection of news events from newspapers and poetry models , 5) the implementation of new learning to write poetry.
keyword: news in the paper, a new poem, box origami creasi
A.Pendahuluan
Puisi adalah kata-kata terbaik dalam susunan yang terbaik, Jabrohim, et al (2009:1). Menurut Wirjosoedarmo dalam Rachmad Djoko Pradopo (1990:5) puisi itu adalah karangan yang terikat oleh: (1) banyak baris dalam tiap bait (kuplet/strova, suku karangan); (2) banyak kata dalam tiap baris; (3) banyak suku kata dalam tiap baris; (4) rima; (5) irama. Jadi, puisi itu adalah mengekspresikan pemikiran yang membangkitkan perasaan, yang merangsang imajinasi panca indera dalam susunan yang berirama. Tugas penyair yang terberat menurut Sapardi Djoko Damono dalam Jabrohim, et al (2009:2) adalah melawan kata-kata, untuk bisa menguasainya kemudian memurnikannya dan memberinya bobot.
Bahasa puisi mempunyai sifat yang ekspresif, sugestif, asosiatif, dan magis. Berikut ini adalah penjelasannya:
1.Ekspresif adalah setiap bunyi yang dipilih, setiap kata yang dipilih, dan setiap metafor yang dipergunakan harus berfungsi bagi kepentingan ekspresi, mampu memperjelas gambaran dan mampu menimbulkan kesan yang kuat. Setiap unsur bahasa yang dipilih dan dipergunakan harus turut membawakan nada, rasa dan pengalaman penyairnya.
2.Sugestif adalah bersifat menyarankan dan mempengaruhi pembaca atau pendengarnya secara menyenangkan dan tidak terasa memaksa. Karena sifat inilah puisi dapat berkesan sangat kuat dalam diri penikmatnya.
3.Asosiatif adalah mampu membangkitkan pikiran dan perasaan yang merembet, tetapi masih berkisar di seputar makna konvensionalnya atau makna konotatifnya yang sudah lazim.
4.Magis adalah bahasa puisi seolah-olah mempunyai kekuatan di dalamnya sehingga tampak magis dan bercahaya. Hal itu terjadi karena bahasa puisi memang telah diresapi emosi, mood, perasaan pribadi, kekaguman penyair, dan sebagainya.
Pada pembahasan kali ini peneliti akan membatasi masalah mengenai penulisan puisi baru. Pembelajaran puisi baru di kelas saat ini masih sebatas teori atau hafalan saja. Padahal teori tanpa praktik hanya bertahan beberapa menit saja dalam pikiran peserta didik. Kemampuan siswa dalam menulis puisi baru sangat menentukan seberapa jauh pemahaman siswa tentang materi menulis puisi baru. Selain hal di atas, ada beberapa faktor lain yang mempengaruhi ketidakmampuan peserta didik dalam menulis puisi baru, yakni sebagai berikut: 1) ketidakmampuan guru dalam memberi pengalaman siswa dalam pembelajaran penulisan puisi baru; 2) seorang guru kurang menguasai materi menulis puisi baru; 3) guru kurang mengembangkan media pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa; 4) guru kurang memberikan teknik penilaian yang merangsang daya kreativitas dan imajinasi siswa.
Manfaat/fungsi penulisan puisi baru adalah dapat digunakan sebagai sarana menyampaikan sejumlah hal, yang kadang bersifat eksplisit-gamblang dan kadang pula bersifat implisit-samar; kadang berupa informasi/persoalan/masalah dan kadang hanya berupa suasana tertentu. Kesemuanya itu sesungguhnya diperoleh atau berangkat dari pengalaman penyair-tepatnya sering disebut sebagai pengalaman kejiwaan-dalam merengkuh hidup dan kehidupannya, baik pengalaman yang bersifat emosional, intelektual, empirikal, maupun pengalaman lainnya. Atau dapat dikatakan membangun sebentuk komunikasi dialogis dengan pembacanya.
Media yang akan digunakan peneliti untuk mengaktifkan siswa dalam pembelajaran menulis puisi baru yakni dengan menggunakan kotak kreasi origami yang berisi berita dari koran. Media adalah suatu alat yang berfungsi sebagai perantara untuk mempermudah pemahaman tentang suatu objek. Kata media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Medoe adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan,” (Arief S. Sadiman, dkk, 2006:6).
Kelebihan pemanfaatan media berita di koran dalam kotak kreasi origami sebagai media menulis puisi baru adalah sebagai berikut: 1. Berita tersebut mudah diamati, sehingga siswa dengan mudah dapat mendata fakta yang terdapat dalam berita yang akan dijadikan bahan penulisan puisi baru. 2. Peristiwa-peristiwa tersebut berhubungan langsung dengan kehidupan sehari-hari, sehingga siswa dengan mudah menentukan tema dan amanat yang akan dijadikan bahan penulisan puisi baru. 3.Berita-berita tersebut sangat menarik apalagi peristiwa dalam berita tersebut merupakan berita mengejutkan, sehingga siswa dengan mudah dapat mengubah fakta yang terdapat dalam peristiwa tersebut menjadi sebuah puisi baru yang menarik.
B.Tahapan-Tahapan Pembelajaran Menulis Puisi Baru
1.Perumusan Tujuan Pembelajaran
Perumusan tujuan pembelajaran sesuai SK, KD, dan indikator yang tercantum dalam RPP.
Standar Kompetensi: Menulis 8. Mengungkapkan pikiran, dan perasaan melalui kegiatan menulis puisi
Kompetensi Dasar : 8.2 Menulis puisi baru dengan memperhatikan bait, irama, dan rima Indikator :
(1) Mengidentifikasi puisi baru berdasarkan bait, irama, dan rima.
(2) Menulis puisi baru dengan memperhatikan bait, irama, dan rima.
(3) Menyunting puisi baru yang dibuat teman
2.Penentuan Materi Ajar
Penentuan materi ajar didasarkan pada materi pokok/pembelajaran yang terdapat dalam silabus. Materi ajar/materi pembelajaran harus disesuaikan dengan: (a) tingkat kemampuan siswa, (b) perkembangan jiwa siswa, dan (c) minat siswa yang diintegrasikan dengan penanaman nilai budi pekerti. Materi ajar menulis puisi baru berdasarkan berita berbagai peristiwa mengacu pada teori tentang unsur-unsur puisi baru, yaitu sebagai berikut: Puisi terdiri dari dua unsur yang menjadi ciri umum puisi, yaitu:
1). Unsur yang berkaitan dengan bentuk puisi terdiri dari unsur bunyi (rima dan irama), diksi atau pilihan kata, dan tampilan cetak/tulisan (tipografi).
2). Unsur yang berkaitan dengan makna puisi terdiri dari unsur tema dan unsur pesan tersurat atau pesan tersirat.
Menurut Herman J. Waluyo (1987:83-117), unsur pembangun puisi yang termasuk dalam struktur fisik puisi adalah: 1) diksi atau pemilihan kata adalah suatu proses memilih kata-kata sebab kata-kata yang ditulis harus mempertimbangkan maknanya, komposisi bunyi dalam rima dan irama; 2) pengimajian adalah kata atau susunan kata yang dapat mengungkapkan pengalaman sensoris, seperti penglihatan, pendengaran, dan perasaan; 3) kata konkret adalah kata-kata itu dapat menyarankan kepada arti yang menyeluruh; 4) majas (lambang dan kiasan) adalah bahasa yang digunakan penyair untuk mengatakan sesuatu dengan cara yang tidak biasa, yakni secara tidak langsung mengungkapkan makna; 5) bersifikasi (rima, ritma, dan metrum): rima adalah pengulangan bunyi dalam puisi, ritma adalah pemotongan baris menjadi frasa yang berulang-ulang sehingga menimbulkan gelombang yang teratur, sedangkan metrum adalah pengulangan tekanan yang tetap, dan 6) tipografi adalah kata-kata yang disusun mewujudkan larik-larik yang panjang dan pendek yang membentuk suatu kesatuan padu.
Sedangkan struktur batin puisi, sebagaimana disebut Herman J. Waluyo (1987:124-154), terdiri atas 1) tema adalah gagasan pokok atau subject-master yang dikemukakan oleh penyair; 2) nada adalah sikap penyair kepada pembaca; 3) perasaan adalah suasana perasaan penyair dalam karya sastranya; dan 4) amanat adalah pesan yang disampaikan penyair kepada pembaca .
Ciri-ciri puisi baru yakni sebagai berikut: a) bentuknya rapi, simetris; b) mempunyai persajakan akhir (yang teratur); c) banyak mempergunakan pola sajak pantun dan syair meskipun ada pola yang lain; d) sebagian besar puisi empat seuntai; e) tiap-tiap barisnya atas sebuah gatra (kesatuan sintaksis); f) tiap gatranya terdiri atas dua kata (sebagian besar: 4-5 suku kata.
Puisi baru dapat diklasifikasikan menurut dua jenis, yakni: Pertama, menurut isinya, puisi dibedakan atas : a) balada adalah puisi berisi kisah/cerita; b) himne adalah puisi pujaan untuk Tuhan, tanah air, atau pahlawan; c) ode adalah puisi sanjungan untuk orang yang berjasa; d) epigram adalah puisi yang berisi tuntunan/ajaran hidup; e) romance adalah puisi yang berisi luapan perasaan cinta kasih; f) elegi adalah puisi yang berisi ratap tangis/kesedihan; g) satire adalah puisi yang berisi sindiran/kritik. Sedangkan macam-macam puisi baru dilihat dari bentuknya antara lain: a) distichon (2 baris); b) tersina (3 baris); c) quartrain (4 baris); d) quint (5 baris); e) sextet (6 baris); f) septima (7 baris); g) oktaf/stanza (8 baris); h) soneta (14 baris yang biasanya dibagi atas: 3 quartrain ditambah 1 distichon, 2 quartrain ditambah 2 tersina, mungkin pula variasi lain).
3.Penentuan Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran yang digunakan pada pembelajaran menulis puisi baru adalah ceramah, diskusi kelompok, dan tanya jawab. Metode ceramah dilakukan guru dengan tujuan agar siswa mendapat informasi tentang suatu pokok persoalan serta masalah secara lisan, (Roestiyah, 2001:137). Apapun metode pembelajaran yang digunakan tidak bisa terlepas dari metode ceramah. Selain berfungsi untuk mengawali pembelajaran, penggunaan metode ceramah juga didorong pula oleh tanggung jawab guru untuk berusaha memperkenalkan pokok-pokok terpenting yang merupakan suatu kerangka yang bulat dari suatu pelajaran baru, serta guru ingin membuat kesimpulan pelajaran yang baru diberikan itu, untuk mengambil intisari atau pokok-pokok terpenting, agar siswa terbiasa berbuat demikian.
Yang kedua adalah menggunakan teknik diskusi. Menurut Roestiyah (2001:5), di dalam diskusi ini proses interaksi antara dua atau lebih individu yang terlibat, saling tukar menukar pengalaman, informasi, memecahkan masalah, dapat terjadi juga semuanya aktif tidak ada yang pasif sebagai pendengar saja. Kelebihan dari metode diskusi, yakni sebagai berikut: 1) dapat mempertinggi partisipasi siswa secara individual; 2) dapat mempertinggi kegiatan kelas sebagai keseluruhan dan kesatuan; 3) rasa sosial siswa dapat berkembang; 4) memberi kemungkinan untuk saling mengemukakan pendapat; 5) memperluas pandangan; 6) menghayati dan mengembangkan kepemimpinan.
Metode yang ketiga adalah metode tanya jawab. Menurut Roestiyah (2001:129), metode tanya jawab adalah suatu metode untuk memberi motivasi pada siswa agar bangkit pemikirannya untuk bertanya, selama mendengarkan pelajaran; atau guru yang mengajukan pertanyaan-pertanyaan itu, siswa menjawab. Guru melontarkan teknik tanya jawab itu mempunyai tujuan, agar siswa dapat mengerti atau mengingat-ingat tentang fakta yang dipelajari, didengar ataupun dibaca, sehingga mereka memiliki pengertian yang mendalam tentang fakta itu. Diharapkan pula dengan tanya jawab itu mampu menjelaskan langkah-langkah berfikir atau proses yang ditempuh dalam memecahkan masalah/soal; sehingga jalan pikiran anak tidak meloncat-loncat; yang akan merugikan siswa sendiri dalam menangkap suatu masalah untuk dipecahkan.
4.Pemilihan Berita Berbagai Peristiwa dari Koran dan Puisi Model
Pemilihan berita berbagai peristiwa dari koran yakni dengan memperhatikan: 1) beritanya dekat dengan domisli siswa/beritanya local; 2) beritanya menarik untuk siswa; 3) beritanya sesuai kebutuhan/kompetensi/karakteristik siswa.
5.Pelaksanaan Pembelajaran Menulis Puisi Baru
Pelaksanaan pemanfaatan berita di koran dalam kotak kreasi origami sebagai media menulis puisi baru meliputi:
1.Guru memberikan motivasi, menyampaikan tujuan pembelajaran dan menghubungkan materi yang diajarkan sebelumnya dengan yang akan diajarkan pada saat itu.
2.Guru memancing pengalaman siswa dengan pertanyaan berikut: 1. Apa pengertian puisi baru dan mengapa ada puisi baru? 2. Apakah ada ciri-ciri khusus dari puisi baru dan jika ada sebutkan? 3.Ada berapa jenis puisi baru ? 4.Apa itu bait,irama, dan rima dan bagaimanakah implementasinya dalam penulisan puisi baru?
3. Guru menyampaikan contoh puisi baru
4. Guru membagi siswa menjadi kelompok-kelompok kecil
5. Guru memberikan contoh puisi baru dan guntingan berita dari koran untuk dicermati
6.Siswa mendiskusikan ciri-ciri/unsur-unsur dan jenis puisi baru yang dibagikan tiap kelompok.
7.Siswa bertanya jawab tentang bagaimana mengubah berita dari koran menjadi puisi baru.
8.Guru membagikan kotak kreasi origami yang berisi berita dari koran, satu kotak kreasi origami untuk satu kelompok.
9.Semua siswa menulis puisi baru dengan memperhatikan bait, irama, dan rima sesuai berita yang dibagikan tiap kelompok oleh guru.
10.Siswa saling menukarkan hasil pekerjaannya kepada teman sekelompoknya untuk disunting.
11.Setelah selesai disunting, hasil pekerjaannya tadi dikembalikan dan diperbaiki.
12.Selanjutnya berita dan semua pekerjaan siswa tadi dikumpulkan ke dalam kotak kreasi origami dan diberikan kepada guru kembali.
13.Melalui tanya jawab guru membahas rangkuman
14.Guru memberikan refleksi (kesan dan kepuasan siswa)
15.Guru memberikan tugas rumah membuat puisi baru dengan memperhatikan bait, irama, dan rima dengan menggunakan media alat-alat kebersihan.
C.Simpulan
Puisi baru adalah puisi yang bentuknya lebih bebas daripada puisi lama baik dalam segi jumlah baris, suku kata, maupun rima. Media yang digunakan dalam pembelajaran menulis puisi baru yakni dengan menggunakan kotak kreasi origami yang berisi berita dari koran. Kelebihan pemanfaatan media berita di koran dalam kotak kreasi origami sebagai media menulis puisi baru adalah sebagai berikut: 1) berita tersebut mudah diamati; 2) peristiwa-peristiwa tersebut berhubungan langsung dengan kehidupan sehari-hari; 3) berita-berita tersebut sangat menarik. Tahapan-tahapan pembelajaran menulis puisi baru yakni sebagai berikut: 1) perumusan tujuan pembelajaran; 2) menentukan materi ajar; 3) menentukan metode pembelajaran; 4) pemilihan berita berbagai peristiwa dari koran dan puisi model; 5) pelaksanaan pembelajaran menulis puisi baru
Daftar Pustaka
Herman J. Waluyo. 1987. Pengkajian dan Apresiasi Puisi. Jakarta: Erlangga.
Jabrohim, et al. 2009. Cara Menulis Kreatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Rachmat Djoko Pradopo. 1990. Pengkajian Puisi: Analisis Strata Norma dan Analisis Struktural dan Semiotik. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Roestiyah. 2001. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Puisi Baru dalam www.kataberita.com/puisi/puisi.htm diakses tanggal 12 Desember 2012 pukul 08.54 WIB.
Puisi Baru dalam zhi3pisces.wordpress.com/2009/02/12/puisi-lama-dan-puisi-baru/ diakses tanggal 12 Desember 2012 pukul 08.45 WIB